Orang yang menghapalkan hadits-hadits Nabi ﷺ, akan diberikan cahaya di wajahnya.
Dari Anas bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda,
نضَّرَ اللَّهُ امرأً سمِعَ
مَقالتي فبلَّغَها فربَّ حاملِ فقهٍ غيرِ فقيهٍ وربَّ حاملِ فقهٍ إلى من هوَ
أفقَهُ مِنهُ
“Allah akan memberikan nudhrah (cerahnya wajah) kepada seseorang (di dunia dan di akhirat) yang mendengarkan sabda-sabdaku, lalu menyampaikannya (kepada orang lain). Karena betapa banyak orang yang membawa ilmu itu sebenarnya tidak memahaminya. Dan betapa banyak orang disampaikan ilmu itu lebih memahami daripada yang membawakan ilmu kepadanya.” [HR. Ibnu Majah No.2498, dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah]
Syaikh Muhammad bin Muhammad Al Mukhtar Asy Syinqithi رَحِمَهُ اللهُ menjelaskan, “Rasulullah ﷺ memotivasi umat untuk menghapalkan hadits. Bahkan beliau menegaskan kepada kita untuk menghapalnya dengan mutqin (kuat, melekat, benar), sehingga kita tidak menyampaikan hadits secara makna. Beliau bersabda dalam riwayat lain,
فحفظها فأداها كما سمعها
“… sehingga ia bisa menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya.”
Kemudian perkataan “Allah akan memberikan nudhrah”, maksudnya adalah nadharah, yaitu bagusnya wajah. Sebagaimana Allah تَعَالَى berfirman,
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ
إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
“Wajah-wajah mereka pada hari itu dalam keadaan nadhirah (cerah), memandang kepada Rabb mereka.” [QS. al-Qiyamah(75): 22-23]
Karena ketika para hamba memandang kepada wajah Allah, maka wajah mereka pun bertambah indah dan bagus.
Nadharah yang disebutkan dalam hadits di atas diperselisihkan oleh para ulama maknanya dalam dua pendapat:
Pertama, mereka akan dikumpulkan di hari Kiamat dalam keadaan wajah mereka memancarkan cahaya, seperti matahari. Dikarenakan ia menghapalkan as-Sunnah (hadits). Semakin banyak hadits yang ia hapalkan, semakin Allah tambahkan cahaya di wajahnya dan Allah akan menerangi dia dengan cahaya sunnah. Oleh karena itu, Ahlussunnah di wajah mereka ada cahaya.
Kedua, sebagian ulama mengatakan, pada wajah orang-orang Ahlussunnah terdapat cahaya yang ini terjadi di dunia. Karena Allah menjadikan para wajah mereka ada cahaya dan kecerahan wajah. Maka wajah mereka adalah wajah-wajah kebaikan. Jika engkau melihat wajah salah seorang dari Ahlussunnah, maka akan tenang hati anda. Anda akan mengetahui bahwasanya itu adalah wajah orang yang baik dan shalih. Karena ubun-ubun dan wajah itu mengikuti amalan. Allah تَعَالَى berfirman,
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
“Ubun-ubun (orang) yang pendusta dan berbuat dosa.” [QS. al-‘Alaq(96): 16]
[Syarh Zaadil Mustqani’, (30/368)]
Komentar
Posting Komentar