Kalimat Untuk Ikhwan Dan Akhwat Yang Tinggal Dengan Masyarakat

Oleh: Ustadz Muslim al-Atsary حَفِظَهُ اللهُ

 

Orang-orang awam memandang seorang yang rajin ‘ngaji’ sebagai orang yang berilmu agama. Dan mereka akan memperhatikan perilakunya, sebab mereka memandangnya sebagai panutan di dalam beragama. 

Ini ada beberapa kalimat yang kami tujukan kepada ikhwan dan akhwat yang tinggal dengan masyarakat. Semua ini tentu sudah diketahui oleh ikhwan dan akhwat, namun ini sekedar saling mengingatkan di dalam kebenaran dan kesabaran. 

1.   Perlu Bergaul Dengan Masyarakat 

Dari Ibnu ‘Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, dia berkata, Rasulullah bersabda, 

اَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ ويَصْبِرُ عَلَى أذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap kejahatan mereka.” [HR. at-Tirmidzi No.2507; Ibnu Majah No.4032] 

Hadits ini menunjukkan keadaan mukmin itu bertingkat-tingkat. Ada mukmin yang sibuk dengan dirinya sendiri, ada yang berusaha bergaul dengan masyarakat sekitarnya. 

Dan syariat mendorong kita agar menjadi makhluk yang bersosial. Hal ini banyak dijumpai dalam berbagai amalan ibadah semisal shalat berjamaah di masjid, shalat Jumat, shalat ‘Ied, dan lainnya. 

Demikian pula dalam muamalah, hendaklah berusaha untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, walaupun harus bersabar menanggung gangguan. 

Akan tetapi bukan berarti di dalam bergaul dia tidak mengontrolnya. Jika ada teman yang mengajak ikut bermaksiat, maka tentu ajakan ini tidak boleh diikuti. 

Hendaklah kita bergabung dengan masyarakat di dalam acara yang bukan maksiat, seperti arisan RT, kerja bakti, membantu kerepotan tetangga ketika hajatan atau kematian, atau semacamnya. Tentu dengan berusaha menghindari kemaksiatannya. 

2.   Menjaga Akhlaq Yang Mulia 

Rasululllah bersabda, 

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

"اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ , وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا , وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ"

Dari Abu Dzar رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, dia berkata: Rasululloh bersabda kepadaku, “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada; Susulkanlah kebaikan terhadap keburukan, kebaikan itu    akan menghapusnya; Dan bergaullah kepada manusia dengan akhlaq yang baik.” [HR. Ahmad (5/153, 158, 177, 236); Tirmidzi No.1987; ad-Darimi (2/323); al-Hakim (1/54); At-Thabarani di dalam Mu’jamul Kabir (20/145), Mu’jamul Ausath (4/125), Mu’jamus Shaghir No.350. Dimuat oleh Imam Nawawi di dalam Arba’in No.18. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ No.97] 

Para ulama’ menjelaskan bahwa akhlaq yang baik itu antara lain: berbuat baik kepada orang lain, pemurah, tidak menganggu, sabar terhadap gangguan, tidak mudah marah, wajah ceria, pemaaf, dll. 

Maka hendaklah kita bersikap ramah kepada tetangga kita, menyapa ketika berjumpa, tersenyum ketika berbicara, dan bersikap sopan kepada mereka. Tentu dengan memperhatikan batas-batas hubungan laki-laki dan wanita. 

Demikian juga menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan beruasaha berbuat baik dan tidak mengganggu tetangga. 

3.   Mengamalkan Hak-Hak Sesama Muslim

Tetangga kita kebanyakan muslim, atau mungkin semuanya muslim, maka sepantasnya kita menunaikan hak-hak sesama muslim. Nabi bersabda, 

 حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ» قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟، »

قَالَ: «إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ،

وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ،

وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ،

وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمِّتْهُ،

«وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ  

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam:

     Jika engkau bertemu dengannya, maka berilah salam kepadanya.

     Jika dia mengundangmu, maka penuhilah.

     Jika dia minta nasihat kepadamu, maka berilah nasihat.

     Jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah, maka doakanlah.

     Jika dia sakit, maka tengoklah.

     Dan jika dia meninggal dunia, maka antarkanlah (ke kuburan).”

[HR. Muslim No.2162] 

4.   Mengamalkan Hak-Hak Tetangga 

a)  Berbuat Baik Kepada Tetangga 

Di antara hak-hak tetangga terhadap tetangganya adalah: berbuat baik kepadanya semampunya, baik berupa harta, kehormatan dan manfaat. 

Rasulullah bersabda, 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.” [HR. Muslim No.48] 

Beliau juga bersabda, 

إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً، فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

“Jika engkau memasak masakan daging berkuah, maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu!” [HR. Muslim No.2625] 

Termasuk berbuat baik terhadap tetangga: memberikan hadiah kepadanya dalam peristiwa-peristiwa tertentu. Itu mendatangkan cinta dan menghapus permusuhan. 

b)  Tidak Mengganggu Tetangga 

Termasuk hak tetangga adalah tidak mengganggunya, baik gangguan dengan perkataan atau perbuatan. 

Rasulullah bersabda, 

وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ» قِيلَ: وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟»

«قَالَ: «الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

“Demi Allah, dia tidak beriman, demi Allah, dia tidak beriman, demi Allah, dia tidak beriman.” Beliau ditanya, “Siapa dia wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya.” [HR. Bukhari No.6016] 

Inilah sedikit tulisan untuk mengingatkan diri kami pribadi dan ikhwan dan akhwat sekalian, semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang diberkahi di manapun kita berada. 


Sragen, Bakda isya, Selasa, 24-Jumadal Ula-1443 H / 28-Desember-2021 M 

[Dikutip dari akun FB Nurkholid Ashari]

Komentar