Rangkaian Hadits Seputar Malam Lailatul Qadar (Bagian 2)


Sambungan dari bagian 1 ...

13.   Dari Shahabat Abdillah Bin Unais رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , bahwa Rasulullah bersabda,

تحروا ليلة القدر ليلة ثلاث و عشرين

“Carilah Malam lailatul qadar itu di malam kedua puluh tiga.”  [HR. Thabrani dalam al-Kabir, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

14.   Dari Shahabat Abdullah Bin Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ , beliau bercerita,

أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا نبي الله إني شيخ كبير عليل يشق علي القيام فأمرني بليلة لعل الله يوفقني فيها لِلَيْلَةِ القدر قال: عليك بالسابعة

Bahwa ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah dan berkata, “Wahai Nabi Allah, saya adalah orang yang sudah tua renta yang sakit sakitan, sulit bagiku untuk berdiri, maka perintahkan kepadaku dengan satu malam semoga Allah menetapkanku bertemu dengan malam lailatul qodar."
Beliaupun bersabda, “(Beribadahlah) pada malam ketujuh.” [HR. Ahmad dalam musnadnya, No:2149, berkata Syaikh Al-Arnauth, “Sanadnya Shahih atas syarat Bukhari.”]

15.   Dari Shahabat Abdullah Bin 'Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, beliau berkata,

أُتِيْتُ وأنا نائم في رمضان فقيل لي إن الليلة ليلة القدر قال: فقمت وأنا ناعس فتعلقت ببعض أطناب فسطاط رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فأتيت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فإذا هو يصلي قال فنظرت في تلك الليلة فإذا هي ليلة ثلاث وعشرين

"Aku didatangi ketika aku sedang tidur (dalam mimpi) pada malam Ramadhan, kemudian disampaikan kepadaku bahwa malam ini adalah malam lailatul qadar, maka aku pun bangun dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti.

Aku bergelayutan kepada tali tenda Rasulullah dan ternyata beliau sedang melakukan shalat. Kemudian aku perhatikan malam itu, dan ternyata malam itu adalah tanggal dua puluh tiga.” [HR. Ahmad No.2302,dan berkata Syaikh Al-Arnauth, “Hasan li ghoirihi.”]

16.   Dari Abdullah Bin 'Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ bahwa Rasulullah bersabda,

التمسوها في العشر الأواخر -يعنى ليلة القدر- فإن ضعف أحدكم أو عجز فلا يُغْلَبَنَّ على السبع البواقي

“Carilah lailatul Qadr pada sepuluh akhir bulan Ramadhan, jika salah seorang di antara kalian lemah atau tidak mampu, jangan sekali-kali melewatkan tujuh hari akhir yang tersisa.” [HR. Abdullah Bin Ahmad, No.5485, dan ia berkata, “Sanadnya shahih atas syarat Imam Muslim.”]

17.   Dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , ia berkata,

ذكرنا ليلة القدر عند رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم : -      
كم مضى من الشهر؟ فقلنا: مضى اثنان وعشرون يوما وبقي ثمان فقال - صلى الله عليه وسلم : -
"لا بل مضى اثنان وعشرون يوما وبقي سبع الشهر تسع وعشرون يوما فالتمسوها الليلة  

“Suatu ketika kami menyebutkan tentang malam lailatul qadar di sisi Rasulullah , maka beliaupun bersabda, ‘Sudah berapa hari berlalu dari bulan(ramadhan)?’
Sudah berlalu dua puluh dua malam dan sisa delapan(hari) lagi.
Beliau pun bersabda, ‘Tidak, bahkan telah berlalu dua puluh dua dan sisa tujuh hari lagi, bulan itu dua puluh sembilan hari, maka carilah (lailatu qadar) pada malam ini (malam dua tiga)’.” [HR. Ibnu Hibban No.2548, berkata Syaikh Al-Arnauth, “Sanadnya shahih atas syarat Bukhari dan Muslim.”]

TANDANYA

18.  Dari Ibnu 'Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, bahwa Rasulullah bersabda tentang malam lailatul qadar,

ليلة القدر ليلة سمحة طلقة لا حارة و لا باردة تصبح الشمس صبيحتها ضعيفة حمراء

“Malam Lailatul qadar itu adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin. Di pagi harinya matahari lemah memerah.” [HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami', No.5475]

19.  Dari Shahabat Zhir رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  berkata, “Aku berkata kepada Ubay Bin Ka'b, ‘Sampaikan kepadaku tentang malam lailatul qadar, karena Shahabat kita Abdullah Bin Mas'ud telah di tanya tentangnya.’ Maka dia menjawab, ‘Barangsiapa yang menghidupkan malam setahun penuh, pasti dia akan memperoleh malam lailatul qadar.’

Maka Ubay Bin Ka'b pun berkata,

رحم الله أبا عبد الرحمن لقد علم أنها في رمضان ولكنه كره أن يتكلوا أو أحب أن لا يتكلوا
والله إنها لفي رمضان ليلة سبع وعشرين. لا يستثني قال: قلت: يا أبا المنذر أني علمت ذلك؟
قال بالآية التي أخبرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: قلت لزر: ما الآية قال تطلع الشمس صبيحة تلك الليلة ليس لها شعاع مثل الطست حتى ترتفع ."

“Semoga Allah merahmati Aba Abdirrohman (kunnyah Abdullah bin Mas'ud), Sesungguhnya dia telah tau bahwa malam lailatu qadar itu di bulan ramadhan. Hanya saja beliau tidak suka manusia itu akan bergantungan dengannya. Demi Allah sesungguhnya malam lailatul qada itu di malam kedua puluh tujuh (ramadhan).”
Dan beliau (ubay bin ka'b) tidak mengucapkan Insyaallah dalam sumpahnya itu. Kemudian aku (Shahabat Zhir) berkata, ‘Wahai Abal Munzir (kunnyah Ubay) bagaiamana engkau bisa tau?’
Beliau pun menjawab, ‘Dengan tanda yang telah disampaikan Rasulullah kepada kami. Yaitu di pagi harinya matahari seperti belanga sampai meninggi’.” [HR. Ibnu Khuzhaimah No.2193 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

20.  Dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, bahwa Rasulullah bersabda tentang malam lailatul qadar,

"إنها ليلة سابعة أو تاسعة وعشرين إن الملائكة تلك الليلة في الأرض أكثر من عدد الحصى .

“Sesungguhnya malam lailatul qadar itu adalah pada malam ketujuh, atau dua puluh sembilan, dan sesungguhnya pada malam itu jumlah malaikat di bumi lebih banyak dari jumlah pasir.” [HR. Abdullah Bin Imam Ahmad, No.1073, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, No.2205]

21.   Dari Shahabat Jabir رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , bahwa Rasulullah bersabda,

إني كنت أُرِيت ليلة القدر ثم نسيتها وهي في العشر الأواخر وهي طلقة بجة لا حارة ولا باردة كأن فيها قمراً يفضح كواكبها لا يخرج شيطانها حتى يخرج فجرها

“Sesungguhnya aku telah di perlihatkan malam lailatul qadar, kemudian akan terlupakan. Dan (yang pasti) malam lailatul qadar itu di Sepuluh terakhir (Ramadhan). Merupakan sebuah malam yang cerah tidak panas dan tidak dingin, bulan di malam itu bulan memancarkan bintang-bintang malamnya, tidak keluar Syaithan malam itu sehingga keluar fajarnya.” [HR. Ibnu Hibban No.3688, dishahihkan oleh Syaikh Al-Arnauth]

DZIKIR YANG DI BACA

22.   Dari 'Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا berkata,

يا نبي الله أرأيت إن وافقت ليلة القدر ما أقول؟ قال: تقولين
"اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني .

"Wahai Rasulullah! Bagaimana jika aku mendapatkan lailatul qodar, apa yang hendaknya aku baca? Beliau bersabda, ‘Berdo'alah, ALLAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN TUHIBBUL 'AFWA FA' FU 'ANNI (ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi mencintai ampunan)’.” [HR. Ahmad dalam musnadnya, No.26215, dishahihkan oleh Syaikh Al-Arnauth]

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Komentar