Rangkaian Hadits Seputar Malam Lailatul Qadar (Bagian 1)


Oleh: Ustadz Abu Furaihan Farhan Bin Ramli Ahmad  حَفِظَهُ اللهُ

KEUTAMAAN

1.      Dari Shahabat Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, bahwa Rasulullah bersabda,

من يقم ليلة القدر إيماناً واحتسابا غفر لله ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya.” [HR. Bukhari No.35]

2.      Dari Shahabat Anas Bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , ia berkata,

 دخل رمضان فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إن هذا الشهر قد حضركم وفيه ليلة خير من ألف شهر من حرمها فقد حرم الخير كله ولا يحرم خيرها إلا محروم

"Ketika datang bulan Ramadhan, Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian. Di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan darinya, maka dia telah diharamkan kebaikan semuanya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali bagi yang terhalang dari kebaikan’." [HR. Ibnu Majah No.1644]

PETUAH NABAWI DI SEPULUH AKHIR RAMADHAN

3.      Dari 'Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا, beliau berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر أحيا الليل وأيقظ أهله وجد وشد المئزر

“Ketika Rasulullah memasuki sepuluh terakhir (Ramadhan), maka beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi isterinya untuk lebih konsentrasi beribadah).” [HR. Muslim No.1174]

4.      Dari 'Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا, beliau bercerita,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يرغِّب الناس في قيام رمضان من غير أن يأمرهم بعزيمة أمر فيه فيقول من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya:
"Rasulullah menganjurkan mereka untuk melakukan qiyamul lail di bulan Ramadhan tanpa menyuruh mereka dengan perintah yang mengharuskan lalu bersabda, ‘Barangsiapa yang melakukan qiyamullail pada malam lailatul Qadar di bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu’.” [HR. An-nasaai No.2192,dan Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani]

5.      Dari Shahabat Abdullah Bin 'Amr رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , beliau berkata,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان
قال نافع وقد أراني عبد الله رضي الله عنه المكان الذي كان يعتكف فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم من المسجد

Artinya:
“Bahwa Rasulullah melakukan I'tikaf pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Nafi' berkata, ‘Dan Abdullah bin Umar telah memperlihatkan kepadaku tempat yang terdapat dalam ruangan masjid, tempat yang Rasulullah pergunakan untuk melakukan I'tikaf’." [HR. Muslim No.1171]

WAKTUNYA

6.      Dari Shahabat Abu Salamah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , beliau berkata,

انطلقت إلى أبي سعيد الخدري رضي الله عنه فقلت :
ألا تخرج بنا إلى النخل نتحدث فخرج فقال قلت حدثني ما سمعت من النبي صلى الله عليه وسلم في ليلة القدر؟
قال اعتكف رسول الله صلى الله عليه وسلم عشر الأول من رمضان واعتكفنا معه فأتاه جبريل فقال :
إن الذي تطلب أمامك فاعتكف العشر الأوسط فاعتكفنا معه فأتاه جبريل فقال :
"إن الذي تطلب أمامك"
قام النبي صلى الله عليه وسلم خطيباً صبيحة عشرين من رمضان فقال :
" من كان اعتكف مع النبي صلى الله عليه وسلم فليرجع فإني أُرِيت ليلة القدر وإني نُسِّيتُها وإنها في العشر الأواخر وفي وتر وإني رأيت كأني أسجد في طين وماء "
وكان سقف المسجد جريد النخل وما نرى في السماء شيئاً فجاءت قزعة فأمطرنا فصلى بنا النبي صلى الله عليه وسلم حتى رأيت أثر الطين والماء على جبهة رسول الله صلى الله عليه وسلم وأرنبته تصديق رؤياه "

Aku pergi menemui Abu Sa'id Al Khudri, lalu aku bertanya kepadanya, "Maukah anda pergi bersama kami ke bawah pohon kurma lalu kita berbincang-bincang di sana?"
Ia pun pergi dan bercakap-cakap bersama kami.
Aku kemudian berkata, "Ceritakanlah kepadaku apa yang pernah anda dengar dari Nabi tentang Lailatul Qadar."
Dia lalu menjelaskan, "Rasulullah melaksanakan i'tikaf pada sepuluh malam yang awal dari Ramadhan, dan kami juga ikut beri'tikaf bersama beliau. Lalu datanglah Malaikat Jibril berkata, ‘Sesungguhnya apa yang kamu cari ada di depan kamu (pada malam berikutnya).’

Maka Beliau beri'tikaf pada sepuluh malam pertengahannya dan kami pun ikut beri'tikaf bersama Beliau. Kemudian Malaikat Jibril datang lagi dan berkata, ‘Sesungguhnya apa yang kamu cari ada di depan kamu (pada malam berikutnya)’.

Maka Nabi berdiri memberi khuthbah kepada kami pada pagi hari di hari ke dua puluh dari bulan Ramadhan, beliau bersabda, ‘Barangsiapa sudah beri'tikaf bersama Nabi maka pulanglah (kembalilah), karena aku diperlihatkan (dalam mimpi) Lailatul Qadar namun aku dilupakan waktunya yang pasti. Namun dia ada pada sepuluh malam-malam akhir dan pada malam yang ganjil. Sungguh aku melihat dalam mimpi, bahwa aku sujud di atas tanah dan air (yang becek).’

Pada masa itu atap masjid masih terbuat dari daun dan pelepah pohon kurma, dan kami tidak melihat sesuatu di atas langit hingga kemudian datang awan dan turunlah air hujan.
Maka Nabi , shalat bersama kami hingga aku melihat sisa-sisa tanah dan air pada wajah dan ujung hidung Rasulullah sebagai bukti kebenaran mimpi beliau." [HR. Bukhari No.780]

7.      Dari A'isyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , beliau berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يجاور في العشر الأواخر من رمضان ويقول :  
"تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان  

"Dahulu Rasulullah melakukan Ibadah i'tikaf di Sepuluh terakhir dari Ramadhan dan bersabda, ‘Carilah malam Lailatul qadar di Sepuluh terakhir dari Ramadhan’." [HR. Bukhari No.1916]

8.      Dari Nafi' dari Shahabat Ibnu 'Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ , ia bercerita,

أن رجالاً من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أروا ليلة القدر في المنام في السبع الأواخر فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم أرى رؤياكم قد تواطأت في السبع الأواخر فمن كان متحريها فليتحرها في السبع الأواخر "

"Bahwa ada seorang dari sahabat Nabi ada yang menyaksilan Lailatul Qadar dalam mimpinya terjadi pada tujuh hari terakhir. Maka Rasulullah berkata, ‘Aku memandang bahwa mimpi kalian tentang Lailatul Qadar tepat terjadi pada tujuh malam terakhir, maka siapa yang mau mendekatkan diri kepada Allah dengan mencarinya, lakukanlah pada tujuh malam terakhir’.” [HR. Bukhari No.1917]

9.      Dari Shahabat 'Ubadah Bin Shomit رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , ia berkata,

خرج النبي صلى الله عليه وسلم ليخبرنا بليلة القدر فتلاحى رجلان من المسلمين فقال :  
"خرجت لأخبركم بليلة القدر فتلاحى فلان وفلان فرفعت وعسى أن يكون خيراً لكم فالتمسوها في التاسعة والسابعة والخامسة"

"Bahwa Rasulullah keluar untuk menjelaskan tentang Lailatul Qodar, lalu ada dua orang muslimin saling berdebat/bertikai. Maka Nabi bersabda, ‘Aku datang untuk menjelaskan Lailatul Qodar kepada kalian, namun fulan dan fulan saling berdebat/bertikai sehingga akhirnya diangkat (lailatul qodar), dan semoga menjadi lebih baik buat kalian, maka itu intailah (lailatul qodar) itu pada hari yang kesembilan, ketujuh dan kelima’.” [HR. Bukhari No.1919]

10.   Dari Laahiq Bin Humaid dan 'Ikrimah bahwa' Umar berkata,

من يعلم متى ليلة القدر؟ قالا: فقال ابن عباس رضي الله عنه: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: هي في العشر في سبع يمضين، أو سبع يبقين

"Siapa yang tahu kapan terjadinya lailatul qadar?" Maka Ibnu Abbas pun berkata, Rasulullah bersabda, ‘Yaitu pada kesepuluh, di ketujuh yang berlalu atau ketujuh tersisa’." [HR. Ahmad No.2543]

11.   Dari Shahabat Mu'awiah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , bahwa Nabi   bersabda,

التمسوا ليلة القدر ليلة سبع و عشرين

“Carilah malam laitul qodar itu di malam ke dua puluh tujuh.” [HR. Thabrani dalam al-Kabir, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No.1240]

12.   Dari Shahabat Mu'awiyah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  berkata, “Telah bersabda Rasulullah ,

التمسوا ليلة القدر في آخر ليلة

“Carilah malam laitul qadar itu di akhir malam.” [HR. Ibnu Khuzhaimah No.2183, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Bersambung ke bagian 2 ...

Komentar