Oleh:
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri & Team حَفِظَهُ
اللهُ
Masa-masa
sulit tidak akan berlangsung selamanya. Sebab Allah تعالى telah
menegaskan bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan. Masa-masa sulit yang
dihadapi dunia saat ini membawa ingatan kita kepada firman Allah تعالى,
{وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ
مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ { 155
{الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم
مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ { 156
{أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ
مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ { 157
"Dan sungguh akan
Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang
yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah
yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." [QS. Al-Baqarah(2): 155-157]
Akibat
dari wabah (CORONA) ini ketakutan menjelma udara yang dihirup semua orang:
takut kedatangan ajal dan takut kehilangan rezeki. Datangnya maut telah
dipahami filosofinya oleh semua orang yaitu ia akan mendatangi semua orang.
Kabar baiknya adalah bahwa seumpama ajal rezeki itu juga akan mendatangi semua
orang. Tentang maut Allah تعالى mengabarkan:
...أَيْنَمَا
تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ
"Di mana saja kamu
berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang
tinggi lagi kokoh..."
[QS. An-Nisa’(4): 78]
Maka
seorang mukmin dengan penuh iman dan kesadaran memahami dan mengerti bahwa
dengan atau tanpa wabah ini ia akan berjumpa dengan ajalnya. Ini soal waktu
yang tak terduga. Tetapi bagi seorang mukmin akan selalu saja terngiang
ditelinganya firman Allah تعالى,
{يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ}
"Hai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." [QS. Ali-Imran(3): 102]
Akan
halnya rezeki, simaklah sabda Nabi ﷺ,
إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ
فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا
اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ
الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا
عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
"Sesungguhnya Ruhul
Qudus (Jibril) membisikkan (wahyu) kepada jiwaku bahwa makhluk hidup itu tidak
akan mati sampai tunai sempurna jatah rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah
dan berbuat baiklah dalam mencari rezeki itu. Jangan sampai terlambatnya rezeki
membuatmu mencarinya dengan kemaksiatan kepada Allah. Sebab, karunia rezeki di
sisi Allah tidak diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada-Nya." [HR. Al Bazzar No.2914, dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al
Ahadits Ash Shahihah No.2866]
Jangan
risau soal rezeki, sebab rezeki kita tidak akan salah alamat, namun kewajiban
kita adalah berusaha mencari dengan cara yang halal. Jangan khawatir, bahkan
Nabi ﷺ
bersabda,
الرزق أشد طلبا للعبد من أجله
"Rezeki itu lebih
cepat bergerak mencari hamba dibanding ajalnya." [Musnad
Asy Syihab Al Qudha’I No.241, dihasankan Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shagir No.3551]
Jangan
gundah dan tetaplah berusaha dan rezekimu yang akan menemukanmu. Demikian
berdasarkan sabda Nabi ﷺ,
لو فر أحدكم من رزفه لأدركه كما
يدركه الموت
"Jika salah seorang
dari kalian lari dari rezekinya maka rezekinya akan tetap menemuinya
sebagaimana ajal menemuinya."
[Al Mu’jam Al Ausath No.4444, dihasankan
Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al
Ahadits Ash Shahihah No.952]
Tak
perlu khawatir, yang memberi kita rezeki di masa lapang juga memberi kita
rezeki di masa sempit. Begitu nasehat Imam Abu Hazim. Jangan khawatir soal
rezeki, sebab itu bentuk buruk sangka kepada Allah Ar Razzaq, Maha Pemberi
Rezeki. Ini soal iman, ini masalah tauhid jangan kau anggap remeh. Tenangkan
hati, kita akan tetapi dicukupi oleh Allah. Jika uangmu habis sekarang, itu
pertanda akan datang rezeki yang baru. Seperti kumismu, setelah dicukur ia
tumbuh lagi. Rezekimu akan tetap ditunai sebelum ajal menjelang dan ajalmu tak
akan datang sebelum rezekimu tunai diberikan.
وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Dikutip
dan dikembangkan dari ceramah “Saat Orang Mengeluh Mahalnya Kebutuhan Pokok |
Mutiara Pagi” dan bisa disimak pada https://youtu.be/dD3_LdbRDMw
Komentar
Posting Komentar